MBG

Wakil Wali Kota Ambon Tinjau MBG di Ahusen, Tegaskan Pelaksanaan Gizi Gratis Harus Maksimal

Wakil Wali Kota Ambon Tinjau MBG di Ahusen, Tegaskan Pelaksanaan Gizi Gratis Harus Maksimal
Wakil Wali Kota Ambon Tinjau MBG di Ahusen, Tegaskan Pelaksanaan Gizi Gratis Harus Maksimal

JAKARTA - Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan komitmennya agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Ambon berjalan secara maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Pernyataan itu disampaikan saat Ely Toisutta turun langsung melakukan peninjauan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Ahusen, sebagai bagian dari upaya pemantauan pelaksanaan MBG yang terus dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat.

Pemantauan Operasional SPPG di Ahusen

Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota melihat langsung proses operasional di SPPG Ahusen yang merupakan salah satu pusat distribusi makanan bergizi di Kota Ambon. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan fasilitas, pengawasan kebersihan dapur, hingga kualitas makanan yang disiapkan untuk kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat program MBG. Dengan kunjungan langsung ini, Ely Toisutta berharap tidak hanya administrasi program yang berjalan baik, tetapi juga kualitas pelayanan dan distribusi gizi yang sesuai standar tetap terjaga.

Menurut Toisutta, monitoring langsung seperti ini penting untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana program nasional yang satu ini diimplementasikan di tingkat daerah. Ia menilai bahwa kunjungan lapangan membantu dalam mengetahui kondisi riil, mengidentifikasi tantangan, serta mencari langkah perbaikan yang bisa segera dilakukan bila ditemukan permasalahan di lapangan. Hal ini dianggapnya sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan publik yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Peran MBG dalam Pemenuhan Gizi Anak dan Kelompok Rentan

Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup bagi anak-anak usia sekolah serta kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Di banyak daerah, program ini dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Selain di Ambon, pemerintah pusat dan daerah di berbagai wilayah terus melakukan pengawasan implementasi MBG. Di beberapa daerah lain, misalnya, program MBG terus disesuaikan agar tetap berjalan bahkan saat Ramadan dengan memperhatikan kebutuhan khusus bagi peserta yang berpuasa sebagaimana keputusan yang diambil pada rapat koordinasi nasional.

Tidak hanya itu, upaya evaluasi dan penguatan tata kelola program MBG juga tengah dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah seperti kasus keracunan yang sempat terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah pusat melalui berbagai lembaga terkait telah memperketat SOP serta melakukan evaluasi menyeluruh demi menjamin keamanan dan mutu makanan yang disajikan dalam program ini.

Kolaborasi Antar Lembaga dalam Mendukung MBG

Keberhasilan program MBG tidak lepas dari sinergi antar lembaga pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Di Provinsi Maluku sendiri, sejumlah instansi seperti Balai POM dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) bersama stakeholder terkait telah menyelenggarakan pertemuan evaluasi dan pengawasan pelaksanaan program untuk memastikan distribusi makanan bergizi benar-benar aman dan tepat sasaran.

Kolaborasi semacam ini dinilai sangat penting karena menjangkau berbagai aspek, mulai pengawasan dapur penyedia, pemantauan kualitas gizi, hingga keterlibatan pihak sekolah serta masyarakat. Dengan sinergi tersebut, program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam hal pemenuhan gizi tetapi juga dalam pendidikan dan kesehatan warga secara umum di Ambon dan wilayah lain yang menjadi penerima manfaat.

Pelibatan Komunitas dan Pengawasan Lanjutan

Selain dukungan pemerintah, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan komunitas lokal. Edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dan keamanan pangan menjadi salah satu fokus dalam memperkuat pemahaman publik terhadap tujuan MBG. Misalnya, di beberapa wilayah guru, orang tua, dan tenaga kesehatan dilibatkan dalam memantau serta memastikan makanan yang disediakan aman dan sesuai standar gizi yang ditetapkan.

Dengan terus digalakkan pengawasan, kolaborasi lembaga, dan komitmen dari pejabat daerah seperti yang diperlihatkan oleh Wakil Wali Kota Ambon, program MBG diharapkan tidak hanya berjalan maksimal tetapi juga berkelanjutan, memberikan kontribusi nyata dalam upaya memerangi malnutrisi dan mendukung pertumbuhan generasi yang sehat di seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index